TALUN KENAS — Hitungan hari menuju bulan suci Ramadan seharusnya diwarnai dengan kekhusyukan dan sterilisasi lingkungan dari penyakit masyarakat. Namun, ironi besar justru tersaji di wilayah hukum Polsek Talun Kenas.
Bukannya menindak tegas, aparat penegak hukum seolah "tutup mata" terhadap maraknya praktik judi mesin tembak ikan yang beroperasi secara terang-terangan.
Lebih mengejutkan, santer beredar kabar di tengah masyarakat bahwa bisnis haram yang meracuni lingkungan ini diduga kuat dikelola dan dibekingi oleh seorang oknum berambut cepak berinisial 'H'.
Dominasi 'Si Cepak H' ini tampaknya sukses membuat hukum di wilayah Talun Kenas menjadi tumpul.
Berdasarkan pantauan di lapangan, mesin-mesin judi penyesat warga ini disebar dengan leluasa di beberapa titik strategis, antara lain:
* Jl. Desa Talapeta, Talun Kenas: Lokasi ini menjadi tamparan keras bagi institusi kepolisian. Bagaimana tidak, arena judi ini beroperasi tepat di "bawah hidung" atau berdekatan langsung dengan markas Polsek Talun Kenas tanpa ada rasa takut sedikit pun.
* Kawasan Limau Munkur: Disulap menjadi salah satu basis perjudian yang bebas beroperasi meresahkan masyarakat yang berlalu-lalang.
* Kawasan Kuta Jurung: Titik operasi lain yang kian memperburuk kondisi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) jelang bulan puasa.
Sikap aparat kepolisian setempat dalam menyikapi aktivitas ilegal yang mencolok mata ini sangat mengecewakan. Saat dikonfirmasi oleh awak media terkait keberadaan lapak judi milik oknum 'H' tersebut, pimpinan kepolisian di sektor tersebut justru memilih menghindar.
Kapolsek Talun Kenas, AKP Ronald Pangihutan Manullang, S.E., beserta Kanit Reskrim Polsek Talun Kenas, Ipda Banzua Lumbantoruan, terpantau KOMPAK BUNGKAM. Tidak ada satupun jawaban, klarifikasi, apalagi tindakan penggerebekan yang dilakukan.
> "Sikap diam seribu bahasa dari Kapolsek dan Kanit Reskrim ini memunculkan spekulasi liar di tengah warga. Apakah Polsek Talun Kenas diduga tidak bernyali berhadapan dengan oknum 'Cepak H'? Ataukah ada 'koordinasi' terselubung yang mengorbankan ketentraman masyarakat jelang Ramadan?"
>
Kekompakan petinggi Polsek Talun Kenas dalam membisu ini mencederai kepercayaan publik. Warga kini mendesak pimpinan yang lebih tinggi, baik di tingkat Polresta maupun Kapolda Sumatera Utara, untuk segera turun tangan melakukan inspeksi mendadak (Sidak) dan mengevaluasi kinerja jajaran Polsek Talun Kenas, agar kesucian bulan Ramadan tidak dirusak oleh hegemoni mafia judi.

0 Komentar