Breaking News
Sedang menarik berita terbaru...
Memuat Artikel...

Sarang Narkoba Berkedok KTV? Warga Bongkar Dugaan Peredaran Ekstasi di Platinum Medan, Kapolda Ditantang Bertindak


Medan – Citra pemberantasan narkoba di Kota Medan kembali diuji. Tempat Hiburan Malam (THM) Platinum KTV yang berlokasi di Kompleks Megapark, Jalan Kapten Muslim, Kecamatan Medan Petisah, kini mendapat sorotan tajam. Alih-alih sekadar menjadi tempat hiburan, lokasi ini diduga kuat telah beralih fungsi menjadi 'zona aman' peredaran narkotika jenis pil ekstasi, Senin (30/3).


​Praktik haram di lokasi tersebut disinyalir berjalan rapi dan terang-terangan. Berdasarkan investigasi awal dari keluhan warga, pil ekstasi diduga bebas diperjualbelikan di dalam area KTV dengan harga patokan Rp350 ribu per butir. Lebih mengejutkan lagi, muncul dugaan adanya aturan terselubung di mana tamu pemesan ruangan KTV 'diwajibkan' membeli barang jahanam tersebut sebagai syarat tak tertulis—sebuah skema yang menuntut investigasi segera dari pihak berwenang.


​Mengapa bisnis ilegal ini seolah tak tersentuh hukum? Keresahan warga kini bermuara pada dugaan keterlibatan oknum aparat yang menjadi tameng atau beking operasional THM tersebut. Nama seorang oknum polisi berpangkat Brigadir berinisial 'A', yang disebut-sebut bertugas di Polsek Helvetia, santer beredar di kalangan masyarakat sebagai sosok di balik kebal hukumnya Platinum KTV. Isu ini jelas menjadi tamparan keras bagi integritas institusi kepolisian jika terbukti benar.


​Pemandangan janggal nyaris menjadi tontonan harian warga sekitar. Setiap malam hingga dini hari, pengunjung kerap keluar dari lokasi dengan gelagat sempoyongan dan di luar kesadaran normal, sebuah indikasi kuat pengaruh zat adiktif, bukan sekadar alkohol.


​"Sudah lama kami resah. Anak-anak muda keluar masuk dengan kondisi hancur (teler). Ini sudah jadi rahasia umum, tapi anehnya tidak pernah ada tindakan tegas. Kami khawatir generasi penerus di lingkungan kami hancur lebur," ungkap salah seorang warga sekitar yang meminta identitasnya dirahasiakan demi keamanan.


​Keresahan itu kini berubah menjadi desakan keras. Warga secara terbuka menantang keberanian Kapolda Sumut, Kepala BNNP Sumut, dan Kapolrestabes Medan untuk turun gunung dan melakukan inspeksi mendadak (sidak) secara transparan, bukan sekadar operasi formalitas.


​"Kami minta Bapak Kapolda, BNN, dan Kapolrestabes buktikan taringnya. Jangan biarkan peredaran narkoba dibiarkan subur hanya karena diduga ada oknum yang bermain. Ini menyangkut nyawa dan masa depan anak bangsa. Hukum jangan tumpul ke atas dan tajam ke bawah," tegas warga tersebut dengan nada kecewa.


​Hingga berita ini diterbitkan, pihak manajemen THM Platinum KTV belum dapat dimintai keterangan dan terkesan bungkam terkait skandal dugaan peredaran ekstasi ini. Publik kini menunggu langkah nyata penegak hukum: mampukah aparat membersihkan Platinum KTV dan menindak oknum yang terlibat, atau penegakan hukum justru takluk di bawah gemerlap lampu hiburan malam? (Tim)

Lebih baru Lebih lama