Breaking News
Sedang menarik berita terbaru...
Memuat Artikel...

Gurita Judi Martin, Ai & Aseng Kayu di Pagar Jati: Beking Arogan, Aparat Segan?


DELI SERDANG — Upaya membongkar gurita perjudian yang meresahkan masyarakat di kawasan Jalan Sudarsono, Desa Pagar Jati, Kecamatan Lubuk Pakam, berujung pada tindakan intimidasi terhadap kerja jurnalistik. Arena yang belakangan santer dijuluki "Las Vegas" Deli Serdang ini diduga kuat dikendalikan oleh jaringan sindikat yang tak segan menebar ancaman saat bisnis gelapnya terusik.


Menyusul mencuatnya laporan investigasi terkait dugaan keterlibatan nama-nama seperti Martin, Ai, dan Aseng (AK) selaku aktor di balik lokasi perjudian tersebut, sejumlah awak media mulai menerima rentetan pesan intervensi. Langkah pembungkaman ini semakin menguatkan indikasi bahwa mafia judi tersebut merasa kebal hukum dan siap mengerahkan segala cara untuk mengamankan operasionalnya.


Pencatutan Institusi Militer dan Ancaman "Pasukan"


Bentuk intimidasi yang dilontarkan pihak pelindung (beking) judi tidak main-main. Berdasarkan bukti percakapan digital yang dihimpun, teror datang dari berbagai nomor tak dikenal dengan modus gertakan hingga tawaran kompromi bernada ancaman.


Salah satu oknum dengan nama kontak 'Ma***n Si***an ST', yang diduga kuat berafiliasi dengan koordinator lapangan arena tersebut, secara arogan mencatut nama institusi militer. Dalam pesannya, ia mengklaim, "Timsus Kodam berada di balik judi AW," dan sesumbar akan mengonfirmasi hal tersebut kepada petinggi militer tingkat daerah.


Tidak berhenti pada pencatutan nama institusi, oknum tersebut juga melontarkan ancaman pengerahan massa saat awak media mempertanyakan maksud pernyataannya. "Ya sudah, ormas saya juga banyak di situ," tulisnya, seraya mengklaim mengetahui para pemain narkoba dan letak mesin judi di lokasi tersebut.


Intervensi juga datang dari pihak lain yang menggunakan nama kontak 'Bg Halim' dengan foto profil bertuliskan 'Team Senyap'. Alih-alih membantah temuan investigasi, oknum tersebut melontarkan bahasa intimidatif yang dibalut negosiasi halus.


"Bang punya pasukan, kita juga punya, Bang. Kan tidak enak saling serang. Sama-sama cari makan kita," tulisnya. Narasi klasik "sama-sama cari makan" ini secara tidak langsung merupakan bentuk pengakuan atas aktivitas ilegal yang tengah mereka lindungi.


Kerja Jurnalistik Dilindungi Undang-Undang


Menanggapi rangkaian intervensi dan ancaman pengerahan "pasukan" tersebut, komunitas pers menegaskan bahwa kerja-kerja jurnalistik mutlak dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Segala bentuk ancaman, intimidasi, maupun pencatutan nama institusi negara untuk menghalangi penyampaian informasi kepada publik adalah pelanggaran berat. Media menjalankan fungsi kontrol sosial untuk kepentingan publik dan tidak akan tunduk pada kompromi yang mengorbankan kebenaran demi melanggengkan praktik "Las Vegas" ilegal di tengah masyarakat.


Kapolresta Irit Bicara, Desakan Mengarah ke Kapolda Sumut


Reaksi represif dari pihak beking perjudian ini seharusnya menjadi petunjuk terang benderang bagi aparat penegak hukum. Fakta bahwa sindikat ini berani mencatut nama aparat dan memamerkan kekuatan massa menunjukkan arogansi yang tidak bisa dibiarkan begitu saja.


Ironisnya, di tengah polemik yang mengancam keselamatan jurnalis ini, Kapolresta Deli Serdang, Kombes Pol Hendria Lesmana, S.IK, M.Si., terkesan menutup mata. Upaya konfirmasi resmi terkait eksistensi perjudian Pagar Jati dan ancaman yang menyertainya belum mendapat respons memadai. Sikap irit bicara dari pucuk pimpinan kepolisian resor ini memicu tanda tanya besar di kalangan masyarakat: Sejauh mana ketegasan dan keberanian hukum di wilayah Deli Serdang saat berhadapan langsung dengan mafia judi?


Kini, desakan publik mengarah langsung kepada Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol. Whisnu Hermawan F. Negara didesak untuk segera hadir, menurunkan tim independen, dan memberantas praktik bisnis haram tersebut hingga ke akar-akarnya.


Masyarakat menanti langkah konkret kepolisian untuk menangkap para aktor intelektual, mengusut tuntas oknum yang mencatut nama institusi, serta menjamin keselamatan jurnalis di lapangan. Negara tidak boleh kalah oleh gertakan sindikat mafia judi. Kebenaran mungkin bisa diintervensi, tetapi tidak akan pernah bisa dibungkam.

Lebih baru Lebih lama