Memuat berita terbaru...

Misteri Bungkamnya Petinggi Polresta Deli Serdang di Tengah Bebasnya Monopoli Togel Jackson Situmorang

DELI SERDANG — Sejak pertama kali mencuat ke ruang publik pada akhir Mei lalu, dugaan praktik monopoli perjudian Toto Gelap (Togel) yang santer dikaitkan dengan nama Jackson Situmorang tampaknya masih lenggang kangkung. Hingga hari ini, belum ada satu pun tindakan penegakan hukum yang terlihat menyentuh akar peredaran judi di wilayah tersebut, menyisakan tanda tanya besar di tengah masyarakat.


Pemberitaan dan desakan publik yang terus mengalir sejak 29 Mei 2026 seolah belum mendapat respons memadai dari jajaran Polresta Deli Serdang maupun Polsek Tanjung Morawa. Nihilnya gebrakan penindakan ini memunculkan persepsi yang mengkhawatirkan di ruang publik mengenai keseriusan aparat dalam memberantas penyakit masyarakat.

Konfirmasi Redaksi Bertepuk Sebelah Tangan: Kompak Bungkam!

Sebagai bentuk kepatuhan terhadap asas perimbangan berita (cover both sides) dan Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik, pihak redaksi telah berupaya mengonfirmasi lambannya penanganan kasus ini secara langsung kepada jajaran pimpinan dan penyidik kepolisian setempat. Namun, upaya tersebut justru berhadapan dengan tembok "bisu".

Hingga saat berita ini diturunkan, para petinggi kepolisian yang bertanggung jawab atas wilayah hukum tersebut tidak memberikan tanggapan sama sekali. Tiga pejabat berikut terkesan Kompak Bungkam!:

Kapolresta Deli Serdang, Kombes Pol. Hendria Lesmana, S.I.K., M.Si.

Kanit Pidum Satreskrim Polresta Deli Serdang, Iptu Binnes Saragih.

Kapolsek Tanjung Morawa, AKP Joni H. Damanik.

Pesan singkat maupun upaya panggilan yang dilayangkan oleh tim redaksi sama sekali tidak mendapat balasan, konfirmasi, maupun sanggahan.

Sikap Menghindar: Kanit Reskrim Pilih Blokir WhatsApp

Sikap yang lebih memprihatinkan justru ditunjukkan oleh jajaran di tingkat sektor. Beda halnya dengan ketiga pimpinannya yang memilih diam, 'Kanit Reskrim Polsek Tanjung Morawa, Iptu Hotman Barus', justru mengambil langkah yang jauh dari nilai-nilai profesionalisme Polri.

Saat awak media berupaya mengirimkan pesan konfirmasi via WhatsApp terkait dugaan aktivitas perjudian tersebut, Iptu Hotman Barus merespons dengan cara 'memblokir nomor kontak wartawan'. Sikap menutup diri ini tentu sangat disayangkan, mengingat Polri saat ini terus menggaungkan slogan Presisi dan transparansi berkeadilan.

Publik Menunggu Ketegasan, Bukan Diam

Praktik perjudian yang diduga beroperasi secara terstruktur sejatinya sulit untuk luput dari pantauan aparat kewilayahan. Namun, fakta bahwa dugaan jaringan Togel Jackson Situmorang tetap leluasa beroperasi menjadi preseden buruk bagi wajah hukum di Sumatera Utara, khususnya Deli Serdang.

Adagium "Negara tidak boleh kalah oleh kejahatan" kini sedang diuji secara nyata di Tanjung Morawa. Publik tidak lagi membutuhkan retorika imbauan, melainkan tindakan nyata dan transparansi penanganan kasus. Sikap bungkam dan pemblokiran kontak jurnalis yang dilakukan oleh oknum aparat justru akan semakin melegitimasi asumsi liar masyarakat bahwa penegak hukum sedang kehilangan tajinya saat berhadapan dengan sindikat perjudian.

Pilihan kini berada di tangan pimpinan kepolisian wilayah: mengambil tindakan tegas untuk membuktikan bahwa hukum tetap menjadi panglima tertinggi, atau terus diam dan membiarkan wibawa institusi terkikis di mata masyarakat.(Tim)